Senin, 14 Maret 2011
Bila Al-Qur'an Bisa Bicara
Waktu engkau masih kanak-kanak , kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudlu' kau sentuh aku dalam keadaan suci
Aku kau pegang , kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku
Apakah aku bacaan usang tinggal sejarah
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah ilmu pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan
Kini aku lebih banyak tersingkir , dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Diatas lemari , didalam laci , aku engkau padamkan
Langganan:
Komentar (Atom)


